ST.John Paul II

Home / kfi / ST.John Paul II
Sambutan ST John Paul II dalam pidatonya mengatakan bahwa Perumusan komitmen negara-negara untuk memerangi kelaparan dan kekurangan gizi harus diinspirasi oleh keyakinan bahwa hak atas pangan hanya dapat diwujudkan bila kita menyayangi subyek aktual yaitu manusia yang menderita kelaparan dan kekurangan gizi. Perbincangan tentang hak harus diikuti dengan pemenuhan kewajiban. Oleh karena itu rencana pembangunan dan pekerjaan dari organisasi internasional harus memperhitungkan harapan dari orang biasa atas haknya terhadap pangan. Yang diminta adalah martabat bukan belas kasihan. ST John Paul II pada pidatonya di ICN 1 meperingatkan dunia terhadap resiko “paradox of plenty” dalam persoalan pangan dan gizi – ketika pangan cukup untuk setiap manusia, namun tidak semua bisa makan, sementara sisa makanan, konsumsi yang sangat berlebihan dan penggunaan pangan tujuan lain sangat nyata bagi kita. Paus juga menekankan pentingnya manusia untuk bertanggung jawab , saling menghormati, daripada berselisih dan menghancurkan dunia. Negara sebagai kesatuan keluarga manusia harus bertindak secara nyata untuk saling menolong dengan menggunakan hukum alam yang tertulis di hati dan dimengerti oleh setiap manusia yaitu cinta kasih, keadilan dan keamanan. Beliau juga berharap dunia mendengar Konferensi ini sebagai satu cerminan kesadaran bersama untuk memberi makan bagi yang kelaparan, menyelamatkan hidup dan dunia.

 

Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.