Prof Soekirman Luncurkan Buku Gizi Pembangunan

Home / kfi / Prof Soekirman Luncurkan Buku Gizi Pembangunan
In kfi

Jakarta – Membangun bangsa tidak cukup hanya dengan ekonomi belaka. Untuk mencapai kesejahteraan, pembangunan bukan hanya membutuhkan pendidikan, tapi juga gizi yang baik untuk rakyat. Itulah sebabnya Profesor (emeritus) Soekirman mengkampanyekan pentingnya pembangunan dan gizi.

“Pembangunan juga butuh gizi. Itulah perlunya gizi dan pembangunan yang menyejahterakan rakyat. Berbuat sesuatu yang dirasakan langsung oleh orang miskin,” ujar Soekirman di sela-sela peluncuran buku “Gizi Pembangunan: Kumpulan Tulisan Prof. Soekirman 1962-2015 di ANZ Tower, Jakarta, Sabtu (1/10).

Buku ini berisi kumpulan tulisan Soekirman yang pernah dipublikasikan di media massa, atau jurnal ilmiah lainnya periode waktu tahun 1962-2015. Acara itu turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, seperti JB Sumarlin (mantan Menkeu/Kepala Bappenas), Anung Sugihantono (dirjen kesehatan kasyarakat Kemenkes), Rahardi Ramelan (mantan Menteri Perindustrian), Bayu Khrisna Murti (mantan Wamen Perindustrian, HS Dilon (tokoh pertanian), dan Salahudin Wahid (Gus Solah).

Sejak tugas di Aceh pada tahun 1960-an, Soekirman senang menulis mengenai bidang profesinya yaitu gizi dan kesehatan masyarakat. Berbeda dari kebanyakan ahli gizi yang menulis tentang gizi dari aspek makanan dan penyakit, Soekirman lebih banyak menulis tentang gizi dari aspek pembangunan manusia. Fokus tulisan Soekirman adalah kaitan gizi dengan ekonomi.

“Buku ini sebetulnya ungkapan syukur, bahwa saya dikasih umur hingga 80 tahun. Saya telah menjadi profesor hampir 20 tahun. Ada beban moral untuk menghasilkan sesuatu. Jadi saya ingin membuat buku ini agar bisa dibaca banyak mahasiswa saya,” ujar pria kelahiran 2 Agustus 1936 ini.

Beberapa tulisan yang dirangkum termasuk masalah kesenjangan dan kemiskinan, pendidikan, kependudukan, lingkungan terutama sanitasi dan air bersih. Bahkan ada pula bahasan yang mengaitkan gizi dengan politik. Meskipun bukan seorang ekonom, Soekirman cukup betah di Bappenas, karena dapat menyampaikan pikiran-pikirannya di bidang gizi dan kesehatan masyarakat dengan bahasa ekonomi dan bahasa pembangunan pada umumnya.

Soekirman memulai kariernya sebagai ahli gizi masyarakat pada Dinas Kesehatan, Provinsi Daerah Istimewa Aceh di Kutaraja (sekarang Banda Aceh) pada tahun 1960-1965. Sesudah kembali ke Jakarta, Soekirman diperbantukan oleh Departemen Kesehatan kepada Bappenas sebagai Staf Perencana.

Selama di Bappenas, Soekirman juga berstatus sebagai dosen di IPB, sampai diangkat menjadi Guru Besar Ilmu Gizi pada tahun 1991. Dia kembali mengajar penuh di IPB sampai pensiun sebagai Guru Besar pada tahun 2006. Selain di IPB, Soekirman juga mengajar sebagai dosen tamu di UGM, UNHAS, dan UKI Jakarta. Sejak 5 tahun terakhir, Soekirman diangkat sebagai Guru Besar tidak tetap di FK-UKI.

Sebelum pensiun sebagai pegawai negeri tahun 1996 di Bappenas, beliau menjabat sebagai Direktur Kesehatan dan Gizi, kemudian Deputi Bidang Sosial Budaya dan terakhir Deputi Sumber Daya Manusia. Selama 20 tahun di Bappenas, Soekirman menjalani kariernya sebagai perencana bidang SDM di bawah pimpinan menteri-menteri Widjojo Nitisastro, JB Sumarlin, Saleh Afiff, dan Ginandjar Kartasasmita.

Soekirman juga mendirikan Yayasan Fortifikasi Pangan (KFI), suatu yayasan nirlaba non pemerintah, dan independen yang memusatkan perhatian untuk membantu pemerintah lebih menyehatkan masyarakat, terutama masyarakat miskin, dengan memperbaiki gizinya melalui upaya Fortifikasi Pangan.

Soekirman menyandang gelar Master of Professional Studies di bidang International Development (MPS-ID) tahun 1974 dan gelar PhD di bidang International Nutrition tahun 1983, keduanya dari Cornell University, Ithaca New York. Sebelumnya, dia meraih gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat di FKM UI Jakarta (1969) dan gelar BSc Gizi dari Akademi Gizi, Kementerian Kesehatan tahun 1960. (is)

Sumber: Investor Daily

Recent Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.