NewsLetter KFI no 8 Peran Zat Gizi Mikro dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan

Home / / NewsLetter KFI no 8 Peran Zat Gizi Mikro dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan
berita_108,covernl82014DI Granada Spanyol pada September 15-20 , 2013 diselenggarakan  Kongres Gizi Sedunia ke XX. (International Congress of Nutrition=ICN), yang diselenggarakan oleh  “International Union of Nutrition Scinces” (IUNS) setiap 4 tahun sekali di berbagai negara. Prediden  kongres  Prof.Angel Gill, menyebut kongress ini sebagai “Olimpiade Gizi Dunia”, dihadiri kurang lebih  6000an peserta dari hampir seluruh dunia. Salah satu masalah global yang dibahas adalah tentang Anak Pendek atau “Stunting” karena kurang gizi kronis. Dalam salah satu sidang pleno Prof. Landsy Allen, pakar dunia tentang zat gizi mikro, memberi kuliah tentang “Micronutrient Research Program and Policy : From Meta-Analysis to Metabolics”.  Dalam hal pencegahan Stunting,  Lansy Allen menekankan pentingnya   riset kita  difokuskan pada dampak zat gizi mikro pada aspek fisiologi, metabolik, dan imunologi  dari stunting.  Saran Allen ini nampaknya mendapat perhatian salah seorang peserta dari Indonesia : Dr.Anang Otoluwa, seorang kandidat Doctor bidang ilmu kedokteran dari Fakultas Kedokteran, Universitas Hasannuddin Makassar, Indonesia.
Anang mengolah sebagian dari kuliah Landsy Allen,  dan menulisnya dalam  suatu artikel populer berjudul  “Cegah Kerusakan DNA” yang dimuat pada Hrian Kompas 6 Pebruari 2014 . Menurut  Anang  ” kerusakan DNA dapat memengaruhi komplikasi kehamilan yang diduga berkaitan dengan iskemia (kekurangan darah dalam jaringan),  atau hipoksia placenta,   …… dan sterusnya……..”. Artikel lengkap dikutip dari Kompas dapat dibaca dalam web News Letter KFI nomor ini.

Selain tulisan Anang, nomor ini juga mengutip tulisan Dr.Sri Mulyani Indrawati, di salah satu media sosial World Bank tentang “Stunting : The Face of Poverty”. Sri Mulyani adalah  pakar ekonomi terkenal Indonesia,  mantan Ketua Bappenas dan Menteri Keuangan, yang kini menjabat sebagai Managing Director Workd Bank di Washington.  Setahu saya, dia adalah satu-satunya pakar ekonomi dan mantan pejabat Indonesia yang menulis tentang Gizi yang dikaitkan dengan kemiskinan. Mudah-mudahan dipemerintahan yang akan datang akan makin banyak ahli ekonomi yang memberi perhatian dan menulis  tentang gizi dan kaitannya dengan pembangunan ekonomi bangsa. Masalah Gizi bukan masalah kesehatan semata, tetapi juga masalah ekonomi. ***

Download File Newsletter 8

Related Projects
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.